Langsung ke konten utama

Postingan

Tasawuf Sarana Pembentuk Moral Manusia

Tasawuf Sarana Pembentuk Moral Manusia          Manusia modern pada masa ini cendrung memperhatikan materialistis semata. Segala tindak tanduk manusia modern akan terlihat dan terasa jika diukur dengan materialistis, kita tidak bisa memungkiri hal itu karena semakin berkembangnya zaman yang diselimuti gemerlap teknologi dan budaya yang semakin menggoda manusia untuk tidak terlepas dan selalu ingin merasakan nikmatnya dunia dengan segala fasilitasnya. Maka hal itu akan berdampak pada prilaku manusia modern, salah satu hal yang kecil rasa ikhlas, tawaddhu, zuhud, rela yang merupakan ajaran tasawuf semakin tergerus karena orientasi manusia bersifat materialistis. Kenapa kamu tidak berteman dengannya? Apa keuntungan yang aku dapatkan. Mengapa Kamu tidak membantunya? Ah percuma, setiap kali aku membantunya aku takpernah di beri imbalan. Kenapa Kamu akrab dengannya? Ia kerap kali aku bertemu aku selalau diberi uang dan dibuatkan kopi. Hal ini berdampak pada masalah ya...

Mengenal Tarekat Lebih Dekat

Di Pagutan Timur Terdapat Dua Tarekat yang sama dengan sanad salsilah yag berbeda. Kehaditan kedua tarekat itu sangat berperan dalam mengatasi Kemerosotan Moral Masyarakat yang ada di Pagutan Timur seperti minum-minuman keras, sabung ayam, narkoba bahkan pada kondisi yang menghawatirkan. Kenali Lebih dekat Yuk bagaimana Terekat ini berperan dalam mengatasi moralitas Masyarakat... Sebelum Berspekulasi yang tidak-tidak mari klik link berikut     Peran Tarekat Dalam Membentuk Akhlak Masyarakat

Abu Musa Al Asy'ari, Abu Hasan Al Asyar'i dan KH. Hasyim Asy'ari

Mengaku Ahlussunnah Wal Jamaah tapi Tak Tau Bagaimana Sejarahnya? Jangan Sampe Salah !!! Antara Abu Musa Al Asy'ari, Abu Hasan Al Asyar'i dan KH. Hasyim Asy'ari           Perkataan Ahlusunnah Wal Jamaah yang akrab disebut Ahlus Sunnah atau Sunny saja dan terkadang disebut 'Asyari atau 'Asyariah yang dimana nama ini dinisbatkan kepada guru besarnya yang pertama yaitu Abu Hasan 'Ali Al-Asy'ari, Beliau memiliki nama lengkap Abu Hasan 'Ali bin Ismail bin Abi Basyar, Ishak bin Salim, bin Ismail, bin Abdillah, bin Musa, bin Abi Buraah bin Abu Musa Al- Asy'ari. Penganut Sunni yang sama juga adalah Abu Mansur Al Maturiddi atau biasa disebut dengan Maturidiah (akan dibahas pada kesempatan lain).               Abu Musa ini seorang sahabat Nabi yang terkenal dalam sejarah Islam terutama ketika terjadinya peristiwa Tahkim (arbitrase  antara tahun 656M-661M)  Konflik Antara Ali dan Muawiyah . Tentang Abu Musa Al As'...

KERTANAH KITAB KLASIK ASLI PAGUTAN KARANG BUAYA

  KERTANAH         Karang Buaya, ya inilah nama kampungku bertempat di daerah Lombok, Kota Mataram, Kec. Mataram, Kel. Pagutan Timur Desa Karang Buaya. Nama Karang Buaya bukanlah nama sembarangan yang hanya bisa di artikan Buaya semata namun Karang Buaya memiliki sejarah yang begitu menarik untuk di ketahui dalam hal ini dibuktikan dengan adanya sebuah catatan klasik kuno yang bertuliskan Jawa Melayu yang di alih tuliskan ke abjad Indonesia Oleh Musium Provinsi Kota Mataram, Keberadaan Kitab Kertanah ini di alih tangan kan Kepada Bpk. Ust. Pahmun, S.Pd.I pada tahun 2013 silam dan di alih tangankan kepada Bpk. Ust. Munajah, M.Pd. dan kitab itu sekarang berada di tangan beliau.     Berdasarkan beberapa kisah dari pada tetua kami dan disebutkan judga dalam kitab Kertanah ini   bahwa Karang Buaya memiliki Nama Asli Karang  Bajul,  Bajul sendiri memiliki arti  Buaya. Ada juga yang menyebutnya Karang Abuya yang memiliki arti "Bapakku...

Macam-macam tempo dalam membaca Al Qur'an

Yang dimaksud dengan tempo membaca Al Quran adalah jarak ketukan dalam membaca Al Qur'an dengan kata lain yaitu cepat atau lambatnya bacaaan dalam Al Quran. sehingga terdengar indah dalam bacaan Al Quran yang dikuti dengan aturan tajwid serta penghayatan dalam makna dan arti ayat Al Quran.   Sebagaimana kita ketahui bahwa hukum menerapkan ilmu tajwid dalam Al Qur'an adalah  Wajib sehingga pelan maupun cepat tempo dalam membaca Al Quran harus berirama dengan tajwidnya. Adapun tempo bacaan dalam Al Quran menurut Ulama Qurra'  terdiri atas empat macam, yaitu Tartil, Tahqiq, Hadr, Tadwir. Tartil adalah bacaan yang temponya pelan dan jelas dengan melafalkan setiap huruf dengan Makhrajnya, juga dengan memberikan setiap huruf hak-haknya seperti sifat-sifat huruf, panjang pendek, harokat yang sempurna dengan disertai perhatian dan perenungan makna dan hukum-hukum yang terkandung didalam ayat yang dibaca. Tahqiq adalah bacaan yang juga memperhatikan hak-hak setiap huruf diserta...

“Menapak Tilas Permata Jahiliyah”

“Menapak Tilas Permata Jahiliyah”                   Kepercayaan masyarakat Jahiliyah kala itu sangat memegang teguh kepercayaan yang dibawa oleh Ibrahim Alaihissalam melalui dakwak Ismail, namu beberapa ajaran itu lambat laun semakin terlupakan namun ada beberapa yang selalu diingat adalah mengagungkan dan Memulikan Kakbah serta   masyarakat masih sangat kuat dengan ketauhidannya kepada Allah Swt. Penyembahan berhala (Paganisme) terjadi ketika ada salah seorang yang memang terpandang dengan akhlak-akhlak yang agung seperti perbuatan ma’ruf, bersedekah serta memiliki antusiasme yang tinggi dalam urusan agama, ia adalah Amr Bin Luhay yang merupakan pemimpin Bani Khuza’ah berkat semua perbuatan diatas membuatnya menjadi seseorang yang disegani dan dicintai bahkan bisa dianggap sebagai seorang ulama besar dan wali yang dimuliakan. Suatu ketika Amr Bin Luhay melakuka suatu perjalanan menuju Syam. Di kota...

Apa Yang dapat diketahui Oleh wahyu Pada Aliran Asy’ariyah

               Dalam pemahaman Mu’tadzilah dan Asy’ariyah bahwa akal dan wahyu sama-sama penting bagi kedua aliran ini. Tetapi memiliki sisi perbedaan persoalan yang   timbul dari akal dan wahyu antara perbuatan baik dan buruk manusia dan perbuatan tuhan. Sehingga pada aliran As’ariyah lebih mengutamakan Wahyu daripada Akal. [1] Dengan diciptakannya manusia Oleh Allah SWT dan Belas Kasihan Allah atas keterbatasan akal Manusia sehingga Allah menurunkan Wahyu yang dapat memberikan Informasi atau petunjuk yang dapat memberikan pemahaman dan tuntunan dalam kehidupan Manusia Melalui nabi-nabi dan rasul-Nya Seperti Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dari aliran Asy’ariyah memiliki pandangan yang sebagian menolak dari pendapat kaum Mu’tadzilah, dimana menurut Asy’ariyah segala kewajiban manusia hanya dapat diketahui melalui wahyu. [2] Contohnya : Seperti Sholat, Puasa, Haji dan Lainnya. Perintah Sholat Dalam Qs. Al-Isra’ Ayat 78 yang artinya :  dirikanl...